Samarinda, 16 Juni 2025 — Ratusan anggota Pramuka dari berbagai Gugus Depan di wilayah Samarinda Ulu mengikuti kegiatan Jambore Ranting (Jamran) yang berlangsung selama tiga hari, mulai Sabtu hingga Senin, 14–16 Juni 2025. Acara ini digelar di halaman Pondok Pesantren Muslimin Indonesia Centre (MIC), sebuah lembaga pendidikan Islam yang juga dikenal aktif dalam pembinaan generasi muda.
Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari lingkungan pemerintah dan kepramukaan, menunjukkan sinergi yang kuat antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan organisasi kepanduan.
Hadir dalam kegiatan tersebut H. Muhammad Rasyidi, M.Pd.I., selaku Dewan Pengurus Yayasan Ponpes MIC, Lurah Bukit Pinang Eko Purwanto, Ka. Mabiran Samarinda Ulu Sujono, M.Si., Ka. Kwarricab Kota Samarinda Dr. H. Rosmadi Wongso, serta Ka. Kwaran Samarinda Ulu Hj. Ida Lismaya Astuti, S.Pd., MM.
Dalam sambutannya, Dr. H. Rosmadi Wongso menekankan bahwa kegiatan Jambore bukan hanya ajang berkumpul, tetapi juga media pendidikan karakter dan kepemimpinan bagi para Pramuka muda. “Jamran ini membentuk pribadi yang mandiri, disiplin, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Hj. Ida Lismaya Astuti, sebagai Ketua Kwartir Ranting Samarinda Ulu, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membumikan nilai-nilai dasar Gerakan Pramuka, terutama dalam membentuk generasi muda yang tangguh menghadapi tantangan zaman.
“Pramuka bukan hanya soal baris-berbaris atau mendirikan tenda, tapi lebih dari itu: soal membangun mental, akhlak, dan kepemimpinan yang kokoh,” ungkapnya penuh semangat.
Dalam kegiatan Jamran kali ini kita bisa meraih sikap “Berkarakter, Mandiri, dan Peduli”, sejalan dengan tujuan utama Gerakan Pramuka, yakni membentuk manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bermoral, cinta tanah air, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.
Eko Purwanto, Lurah Bukit Pinang, yang turut memberikan sambutan, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan semacam ini. Ia menyebut Pramuka sebagai agen pembentuk karakter bangsa sejak dini.
“Dalam kondisi sosial saat ini, kita memerlukan pemuda yang disiplin dan memiliki nilai tanggung jawab. Pramuka menjawab kebutuhan itu,” katanya.
Kegiatan Jambore Ranting ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pandega dari berbagai sekolah dan madrasah. Mereka mengikuti berbagai kegiatan seperti pionering, lomba masak rimba, pentas seni, games edukatif, serta kegiatan ibadah bersama.
Menurut panitia, kegiatan ini juga dirancang untuk menguji kerja sama tim, keterampilan teknik kepramukaan, serta ketahanan fisik dan mental para peserta. Tidak hanya itu, kegiatan sosial seperti bakti lingkungan dan pembagian sembako juga dilaksanakan.
Selama tiga hari pelaksanaan, suasana di lingkungan Pondok Pesantren MIC tampak semarak oleh semangat para Pramuka muda. Kegiatan berlangsung lancar dengan pengawasan ketat dari panitia, pembina, dan tenaga kesehatan.
Pihak yayasan MIC, melalui H. Muhammad Rasyidi, M.Pd.I., menyambut baik pelaksanaan Jamran di lingkungan pondok pesantren. Ia berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan secara rutin di tempat yang sama.
“Kami merasa bangga bisa menjadi tuan rumah Jamran kali ini. Sinergi antara pondok pesantren dan Gerakan Pramuka harus terus diperkuat,” ucapnya.
Pramuka memang memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh dalam kepribadian dan akhlak. Hal ini sangat relevan dengan tujuan pendidikan nasional.
Kegiatan seperti Jamran Samarinda Ulu ini menjadi bukti konkret bahwa pembinaan karakter bisa dilakukan secara kreatif, menyenangkan, dan tetap sarat makna.
Di tengah tantangan globalisasi dan arus informasi yang kian deras, kehadiran Gerakan Pramuka tetap relevan sebagai benteng moral dan karakter generasi muda.
Dengan berakhirnya Jamran pada 16 Juni, para peserta kembali ke Gugus Depan masing-masing membawa pengalaman berharga dan semangat baru untuk menjadi pemuda Indonesia yang unggul.
Pihak Kwaran Samarinda Ulu menyatakan komitmennya untuk terus melaksanakan kegiatan-kegiatan kepramukaan yang inovatif, edukatif, dan berkarakter di masa mendatang.
Gerakan Pramuka terus menjadi harapan dan jawaban untuk mencetak pemimpin masa depan bangsa—pemimpin yang tidak hanya pintar, tapi juga jujur, bertanggung jawab, dan berjiwa pengabdian.
