Prestasi Membanggakan Santri Ponpes MIC Samarinda di MTQ ke-45 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2025

Berita207 Views

Samarinda – Prestasi gemilang kembali diraih oleh para santri Pondok Pesantren Muslimin Indonesia Centre (MIC) Samarinda. Dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025, dua santri MIC berhasil mengharumkan nama pondok dengan torehan prestasi membanggakan.

Santriwati bernama Alieva Naura, yang akrab disapa Naura, sukses meraih Juara Harapan 3 pada Kategori Hafalan 5 Juz dan Tartil Qur’an Putri. Sementara itu, santri putra Rifky Albar mengukir prestasi sebagai Juara Harapan 2 dalam Cabang Syarhil Qur’an Putra.

Keduanya tampil dengan penuh percaya diri dan semangat di panggung MTQ yang digelar di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada 20-25 Juli 2025. Ribuan peserta dari seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim turut meramaikan ajang tahunan ini.

Prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi tinggi dari para santri serta bimbingan intensif dari para ustaz dan ustazah di Ponpes MIC. Mereka menjalani pelatihan selama berbulan-bulan sebelum turun ke arena kompetisi.

Dr. Hj. Sitti Sagirah, M.Ag., selaku Pimpinan Ponpes MIC Samarinda, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian para santrinya. “Alhamdulillah, kami bersyukur kepada Allah atas prestasi yang diraih santri kami. Ini adalah buah dari kerja keras, ketekunan, dan tentunya doa semua pihak,” ungkap beliau.

Menurut Hj. Sitti Sagirah, prestasi di MTQ tidak hanya mencerminkan kemampuan akademik santri dalam bidang Al-Qur’an, tetapi juga membuktikan bahwa pondok pesantren mampu melahirkan generasi Qur’ani yang unggul dan berdaya saing tinggi.
 
“Ini juga menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus belajar dan berprestasi di bidang keagamaan, akademik, maupun sosial,” tambah beliau.
 
KM. Masyudi, M.H., selaku Kepala Madrasah Aliyah MIC Samarinda, turut memberikan apresiasi tinggi kepada Naura dan Rifky. Ia menilai bahwa prestasi tersebut membuktikan bahwa pendidikan di MA MIC memiliki kualitas dan daya saing tinggi.
 
“Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MA MIC Samarinda. Kami akan terus mendukung pengembangan potensi santri, khususnya dalam bidang Al-Qur’an dan syiar Islam,” ujarnya.
 
Masyudi juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan untuk mempersiapkan para santri menghadapi MTQ-MTQ berikutnya baik di tingkat provinsi maupun nasional.  
 
Naura, yang tampil di kategori Hafalan 5 Juz dan Tartil Putri, mengaku sangat bersyukur dan terharu atas pencapaiannya. “Awalnya saya sempat gugup, tapi alhamdulillah bisa menampilkan yang terbaik,” ungkapnya.
 
Naura mengaku latihan intensif dan dorongan dari para guru sangat membantu dirinya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua, para pembimbing, dan teman-teman seperjuangan yang terus memberinya semangat.
Sementara itu, Rifky Albar yang meraih Harapan 2 Syarhil Qur’an Putra juga tak kalah bahagia. “Ini pengalaman yang luar biasa dan menjadi motivasi untuk terus belajar dan berdakwah melalui syarhil Qur’an,” katanya.
 
Rifky menyampaikan bahwa dirinya bersama tim berlatih secara rutin dan disiplin, termasuk dalam penguatan materi, vokal, dan ekspresi dalam menyampaikan pesan dakwah.

Pencapaian santri MIC ini turut diapresiasi oleh masyarakat dan para tokoh pendidikan Islam di Kalimantan Timur. Banyak yang menyampaikan harapan agar prestasi seperti ini terus dilestarikan dan ditingkatkan.

Ajang MTQ ke-45 Provinsi Kalimantan Timur kali ini dinilai berjalan dengan sangat baik dan kompetitif. Ribuan peserta dari berbagai kabupaten/kota menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam berbagai cabang lomba.

Keikutsertaan Ponpes MIC Samarinda di ajang MTQ menjadi bukti bahwa lembaga pendidikan berbasis pesantren mampu bersaing dalam ajang prestisius tingkat provinsi.

Ponpes MIC Samarinda sendiri dikenal sebagai salah satu pondok pesantren yang konsisten dalam pembinaan Al-Qur’an, pembentukan akhlak, serta pengembangan kompetensi santri dalam berbagai bidang.

Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa generasi muda Islam, khususnya para santri, memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai Qur’ani ke tengah masyarakat.

Dengan kemenangan ini, Naura dan Rifky kini menjadi inspirasi bagi seluruh santri MIC dan generasi muda lainnya untuk terus mencintai, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Ke depan, Ponpes MIC berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelatihan Al-Qur’an agar semakin banyak santri yang mampu menorehkan prestasi di tingkat regional maupun nasional.

Tidak hanya fokus pada aspek hafalan dan tilawah, Ponpes MIC juga mendorong penguasaan dakwah Qur’ani, seperti syarhil dan fahmil Qur’an yang mengintegrasikan pemahaman serta retorika keislaman.

Dengan pencapaian ini, Pondok Pesantren MIC Samarinda semakin menegaskan diri sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam membina generasi Qur’ani yang berprestasi, berakhlak, dan berkontribusi bagi bangsa dan agama.

Semoga keberhasilan ini menjadi awal dari banyak prestasi lainnya yang akan diraih oleh para santri MIC di masa mendatang.