Sejarah

by

SEJARAH BERDIRINYA PONDOK PESANTREN MUSLIMIN INDONESIA CENTER (MIC) SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR

Pondok Pesantren Muslimin Indonesia Center (MIC) merupakan salah satu pondok pesantren khalafiyyah/ modern yang berada di Jl. Manunggal RT. 17 Kelurahan Bukit Pinang Kec. Samarinda Ulu Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Diselenggarakan oleh Yayasan Muslimin Indonesia Center yang didirikan oleh H. M. Ridwan Suwidi sebagai inisiator utama sekaligus bertindak sebagai ketua yayasan, H. Kaspul anwar sebagai sekertaris, H.Norhadiansyah, H. Abdul Hamid,dan Syahrul Edi.

Pada tahun 2001 Pengurus Yayasan MIC mulai melakukan kegiatan, di antaranya pembebasan lahan, peningkatan akses jalan dari jalan raya menuju lokasi pesantren yang awalnya hanya berupa jalan setapak ditingkatkan menjadi jalanan dengan rukuran 4m. Pembangunan sarana dan prasarana, misalnya:, pembangunan masjid, aula, dan perpustakaan. Sementara itu bapak H.Muhammad Ridwan Suwidi selaku ketua Yayasan MIC mulai melakukan rekrutmen tenaga yang akan mengelola penyelanggaran pendidikan. Maka pada tanggal 2 Februari 2022 Ibu Sitti Sagirah yang pada waktu itu masih berstatus sebagai guru di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang dan baru menyelesaikan pendidikan S2 di IAIN Alauddin Makassar -bersama dengan suami H.Muhammad Rasyidi berhijrah ke Samarinda memenuhi permintaan beliau melalui kawan baiknya yaitu bapak H.Andi Sultan pengurus As’adiyah Marangkayu. Di samping bertugas sebagai muballighat juga mempersiapkan administrasi pendirian Pondok Pesantren Teknologi MIC.

Pada tanggal 04 Oktober 2004 dilaksanakan rapat pengurus Yayasan MIC yang dipimpin langsung oleh H. Muhammad Ridwan Suwidi dan dihadiri oleh segenap pengurus yayasan H. Kaspul Anwar, Norhadiansyah, Syahrul Edi, dan H. Abdul Hamid, Sitti Sagirah dan H. Muhaammad Rasyidi bertempat di aula Pondok Pesantren Teknologi MIC yang pada saat itu sementara dalam pekerjaan. Dalam rapat tersebut para pengurus membicarakan tentang bangunan yang telah selesai seperti: masjid yang sekarang diberi nama Mesjid Tarbiyah, perpustakaan, dan aula agar supaya segera difungsikan untuk kegiatan pendidikan. Maka pada saat itu disepakati untuk membuka Taman Pendidikan Al-Qur’an. Kemudian ditugaskanlah kepada ibu Sitti Sagirah untuk membuat proposal pendirian Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) berbasis teknologi. Setelah proposal tersebut mendapatkan persetujuan dari Ketua Yayasan MIC maka mulailah dilaksanakan sosialisasi kepada masyarakat bukit Pinang, dan pada tanggal 4 januari 2005 mulai terlaksana Taman Pendidikan Al-Qur’an yang diberi Nama TPA Teknologi MIC dengan jumlah santri sekitar 75 orang yang terdiri dari putra – putri masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar pondok pesantren, antara lain RT. 15, RT 16, dan RT 17. Tenaga pendidik ada 5 orang yaitu:, Sitti Sagirah, Muhammad Rasyidi, Mastura, Usman, dan Budi Anwar. Seiring dengan berjalannya waktu sekitar 6 bulan kemudian atas arahan dari Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kota Samarinda Bapak H. Muslim setelah melakukan kunjungan untuk memonitoring penyelenggaraan pendidikan di TPA Teknologi MIC. Maka pada bulan juli 2005 dibukalah Madrasah Diniyah atau MADIN Takmiliyah Ula MIC.

Selanjutnya Pada tahun pelajaran 2006/2007, dengan pertimbangan adanya beberapa santri TPA dan MADIN MIC waktu itu yang telah lulus dari jenjang pendidikan SD/MI dan akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi namun mereka menginginkan untuk tetap belajar Al-Qur’an, dan pendidikan Agama Islam serta pengetahuan umum di lembada pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan MIC, maka dibukalah jenjang Madrasah Tsanawiyah yang diberi nama MTS. MIC. Proses belajar mengajar untuk MTs. MIC pada waktu itu bertempat di aula yang disekat dengan dinding plaiwud, sedangkan proses belajar –mengajar bagi TPA dan MADIN bertempat di Mesjid Tarbiyah dan dilaksanakan pada jam 14.00 s/d 17.30.
Melihat animo masyarakat untuk memasukkan putra- putrinya untuk belajar di taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDTA) MIC, dan di MTs.MIC semakin meningkat yang salah satu faktornya adalah santri MIC baik yang ada di MDTA maupun yang ada di MTs. MIC aktif mengikuti ajang-ajang perlombaan baik yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama maupun yang lainnya, santri MIC dapat bersaing dengan santri madrasah negeri maupun madrasah swasta sehingga para santri bisa meraih juara III, II dan bahkan juara I. Dengan demikian, sarana dan prasarana pendidikan yang ada sudah tidak cukup lagi untuk mendukukung kelancaran dan suksesnya proses belajar mengajar. Karena itu pengurus tetap berusaha dan berjuang untuk selalu melakukan inovasi-inovasi agar segala kekurangan dapat diperbaiki sehingga tujuan pendidikan agama dan keagamaan khusnya dan pendidikan Nasional pada umumnya bisa tercapai. Selanjutnya pada tahung 2010 dibuka jenjang Madrasah Aliyah (MA) MIC.

Biografi H. Muhammad Ridwan Suwidi (Pendiri Yayasan MIC).
Beliau adalah mantan Bupati Paser yang menjabat selama 2 periode yakni 2005–2010 dan 2010–2015. Ia pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kalimantan Timur Fraksi PPP 4 periode yakni 1987–1992, 1992–1997, 1997–1999 dan 1999–2004.
Beliau adalah sosok seorang pemimpin sederhana yang memiliki pola pikir praktis dengan tujuan akhir untuk kesejahteraan masyarakat.

Pondok Pesantren ini sekarang dibawah pimpinan ibu Dr. Hj. Sitti Sagirah Usman, M.Ag. Beliau lahir di Tancung Wajo, Sulawesi Selatan pada 31 Desember 1967. Beliau adalah pimpinan di Pondok Pesantren Muslimin Indonesia Center (MIC) Samarinda, Kalimantan Timur. Beliau juga merupakan dosen prodi tafsir dan ulumul hadis di beberapa perguruan tinggi seperti Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ibnu Rusyd Grogot Kabupaten Paser, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UINSI, serta pascasarjana UINSI Samarinda, Kalimantan Timur.

Pondok pesantren ini memiliki peluang berkembang cukup besar karena letak geografisnya yang strategis. Lokasi pesantren berada di kawasan yang mudah dijangkau angkutan umum dan berlokasi jauh dari pusat keramaian dan tereletak diantara jalan poros Samarinda-Tenggarong sehingga memiliki akses jalan yang sangat baik. Disamping itu, Pesantren ini memiliki letak yang baik sehingga bebas banjir, serta dikelilingi oleh pengunungan yang hijau sehingga memiliki nuansa alam yang asri dan keadaan lingkungan yang tenang dan nyaman.

Dibalik itu semua ancaman yang bersumber dari pergeseran nilai budaya yakni adanya kecenderungan sikap hidup metropolis yang mulai melanda kehidupan peserta didik, menirukan perilaku masyarakat yang tidak jelas latar belakangnya. Oleh karena itu, kegiatan pembentukan budi pekerti dan melestarikan seni budaya tradisional sangat dioptimalkan melalui kegiatan pengembangan diri.

Sesuai dengan Visi dan Misi, Pondok Pesantren Muslimin Indonesia Center ikut andil dalam menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, serta berakhlakul karimah dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dalam arti luas, yaitu cerdas intelektual, cerdas emosional dan cerdas spiritual.

Berdasarkan SK pendirian Pesantren pada tahun 2006, Yayasan Pondok Pesantren Muslimin Indonesia Center (MIC) Samarinda, Kalimantan Timur mendirikan Jenjang pertama yakni Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan di tahun 2010, Yayasan Pondok Pesantren Muslimin Indonesia Center (MIC) mendirikan jenjang kedua yakni Madrasah Aliyah (MA).
Jenjang pertama adalah MTs yang berbasis kemenag dengan Akreditasi B+ dan untuk Jenjang MA dengan akreditasi adalah B artinya cukup bagus untuk standar nasional. MTs dan MA juga pertanda pendidikan agama dan sains yang seimbang.

Disamping itu, yayasan Pondok Pesantren Muslimin Indonesia Center (MIC) Samarinda, Kalimantan Timur membuka Pendidikan formal, juga membuka pendidikan non-formal yaitu tahfiz dan madin.
Pondok pesantren sudah dua dekade berdiri dengan identitas pesantren modern yang menggabungkan pendidikan formal dengan pendidikan diniyyah secara dinamis, serta tidak melepaskan sunnah.
Jika melihat pada karakteristik sosial budaya, sebagian besar santri Pondok Pesantren Muslimin Indonesia Center (MIC) Samarinda, Kalimantan Timur berasal dari kalangan sosial ekonomi yang merata, yang masih mementingkan identitas dan budaya sebagai bangsa Indonesia.

Selain latar belakang sosial budaya, Pondok Pesantren Muslimin Indonesia Center (MIC) Samarinda menjadi satuan pendidikan dapat sekaligus menjembatani persiapan bagi santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri maupun swasta yang ada di Samarinda Khusunya dan Indonesia Pada Umumnya.

Para santri bisa mengunakan Ijazah mereka untuk mendaftar ke sekolah maupun universitas yang mereka impikan. Ponpes MIC Samarinda juga melakukan kerjasama dengan universitas-universitas di Indonesia untuk mendukung siswa yang melanjutkan studi di Indonesia baik melalui jalur undangan maupun beasiswa (PBSB, Lpdp Kemenag, Bazna, KIP, dll.)

Dalam hal prestasi, santri Pondok Pesantren Muslimin Indonesia Center (MIC) Samarinda telah banyak menorehkan prestasi baik di tingkat Kota antara lain:
● Juara Olimpiade Matematika terintegrasi tingkat Kota
● Juara Olimpiade IPA terintegrasi tingkat Kota
● Juara MTQ tingkat Kota dan Provinsi
● 3 Tahun berturut-turut Juara Hafalan 100 dan 500 Hadist bersanad dan tanpa Sanad tingkat Kecamatan dan Kota
● 5 Tahun berturut-turut Lolos Seleksi Beasiswa PBSB.

Pendiri
H. M. Ridwan Suwidi
Pengasuh
Asrianti Sa’adah Ridwan Suwidi
Pengurus
H. Muhammad Rasyidi, M.Pd.
Pimpinan
Dr. Hj. Sitti Sagirah Usman, M.Ag.

PENDIDIKAN
Pendidikan Formal :
1. MTs
2. MA
Pendidikan Non Formal :
1. Tahfiz
2. Madin