PELATIHAN TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN DI PONPES MIC SAMARINDA TAHUN PELAJARAN 2025/2026: KOMITMEN MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN PESANTREN

Pondok Pesantren Muslimin Indonesia Center (MIC) Samarinda kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggelar Pelatihan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Tahun Pelajaran 2025/2026.

Berita310 Views

Samarinda, – Pondok Pesantren Muslimin Indonesia Center (MIC) Samarinda kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggelar Pelatihan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Tahun Pelajaran 2025/2026.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan tenaga pendidik dan kependidikan dalam menjalankan tugasnya. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Pondok Pesantren MIC Samarinda. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai tanggal 19 hingga 20 Juli 2025, bertempat di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren MIC Samarinda.

Pelatihan ini diikuti oleh seluruh guru, ustadz/ustadzah, staf tata usaha, dan tenaga kependidikan dari seluruh unit pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren MIC. Dengan mengangkat tema besar “Meningkatkan Profesionalisme dan Spiritualisme Guru di Era Modern”, kegiatan ini diharapkan menjadi ajang refleksi dan penguatan kapasitas SDM di lingkungan pondok.
 
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pimpinan Pondok Pesantren MIC Samarinda, Dr. Hj. Sitti Sagirah, M.Ag., yang memberikan sambutan hangat kepada seluruh peserta pelatihan, sekaligus sebagai pemateri utama yang merupakan seorang pakar Hadis dan pendidikan Islam dari UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda.
 
Dalam sambutannya, Hj. Sitti Sagirah menekankan pentingnya guru sebagai agen perubahan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menanamkan nilai moral dan spiritual dalam diri santri.
“Guru bukan hanya pengajar, tapi juga pendidik dan pembimbing akhlak. Karena itu pelatihan ini penting untuk meningkatkan kapasitas lahir dan batin kita,” tegas beliau.
 
Kemudian dilanjutkan dengan materi yang berjudul “Peran Guru dalam Membentuk Moral Santri”, yang mengajak para pendidik untuk memahami tugas mereka sebagai pendidik karakter.
 
Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa pembentukan moral santri tidak bisa dilepaskan dari keteladanan guru dalam kehidupan sehari-hari. “ Moral tidak diajarkan dengan lisan semata, tapi dengan tindakan nyata. Keteladanan adalah kunci utama,” jelas Hj. Sitti Sagirah di hadapan para peserta.
 
Sesi ini berlangsung dinamis, dengan antusiasme peserta yang tinggi, terutama ketika memasuki sesi tanya jawab dan diskusi kasus nyata di lapangan.

Pelatihan dilanjutkan dengan materi tentang Kesehatan Mental Santri oleh narasumber profesional, Diajeng Laily Hidayati, M.Psi., seorang psikolog pendidikan.

Materi ini sangat relevan dengan tantangan zaman, di mana kesehatan mental menjadi salah satu isu penting dalam dunia pendidikan, termasuk di pesantren.

Dalam materinya, Diajeng Laily menjelaskan bahwa santri juga manusia biasa yang rentan mengalami tekanan, stres, dan burnout karena beban belajar dan lingkungan yang padat. Ia memberikan strategi konkret kepada para guru dan pembina asrama untuk mendeteksi dini gejala gangguan mental dan langkah-langkah penanganan awal secara edukatif.

 “Pesantren harus menjadi tempat aman dan nyaman bagi tumbuh kembang jiwa para santri,” ujar Diajeng yang juga aktif dalam komunitas pendampingan remaja di pesantren. Peserta tampak sangat tertarik pada sesi ini, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan seputar kasus-kasus nyata yang pernah mereka temui.

Sebagai penutup, Prof. Muhammad Nasir, M.A., hadir memberikan materi manajemen dengan judul “Management Pesantren Berbasis Kolaborasi dan Peran Aktif”. Beliau adalah Guru Besar UIN Sultan Aji Muhammad Idris dan juga menjabat sebagai WAREK I UNSI Samarinda

 

Prof. Nasir menyoroti pentingnya sinergi antara semua komponen pondok pesantren — guru, santri, pengasuh, dan pengelola — agar visi pendidikan pesantren tercapai secara maksimal. Beliau menyampaikan bahwa manajemen modern harus mengedepankan sistem kolaboratif, transparansi komunikasi, dan penguatan budaya organisasi pesantren.

Kegiatan pelatihan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah dan membangun semangat bersama antar tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan MIC. Pengawas Yayasan, H. Muhammad Rasyidi, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan yang terus dievaluasi dan ditingkatkan kualitasnya. “Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, pemateri luar biasa, peserta aktif, dan semangat transformasi sangat terasa,” ujarnya.  

Para peserta juga memberikan respon positif atas kegiatan ini, dan berharap kegiatan pelatihan seperti ini terus digelar secara rutin. Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan tenaga pendidik dan kependidikan di Pondok Pesantren MIC Samarinda dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dalam menjalankan tugasnya.

Pondok Pesantren MIC Samarinda menegaskan bahwa peningkatan mutu guru dan staf adalah kunci dalam mewujudkan pendidikan yang unggul, humanis, dan berbasis nilai-nilai Islam. Pelatihan ini merupakan salah satu contoh kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan kehidupan santri di Pondok Pesantren MIC Samarinda

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *