SAMARINDA – Agustus 2025 — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh santri Pondok Pesantren Muslimin Indonesia Center (MIC) Samarinda. Dalam ajang Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025, dua santri MIC berhasil mengharumkan nama lembaga dengan meraih juara di dua kategori bergengsi.
Santriwati atas nama Riana Zahirah, siswa kelas 9 MTs MIC Samarinda, berhasil meraih Juara 1 pada kategori Tafsir Putri. Tak hanya berhenti di tingkat provinsi, Riana juga dinyatakan lolos mewakili Kalimantan Timur ke ajang Musabaqah Qiraatul Kutub Nasional (MQKN) 2025.
Sementara itu, pada kategori Putra, Fikri Kurniawan, santri kelas 12 Madrasah Aliyah MIC, juga berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 3 Kategori Ulya Tafsir Ilmu Tafsir.
Lomba yang digelar di Samarinda ini mempertemukan para peserta terbaik dari berbagai kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Ajang ini menjadi wahana untuk mengukur kemampuan santri dalam membaca, memahami, dan menyampaikan isi kitab kuning klasik, khususnya dalam cabang ilmu tafsir.
Riana Zahirah tampil dengan penuh percaya diri dan kefasihan saat membacakan serta menjelaskan isi kitab tafsir. Kemampuannya dalam mengurai makna dan konteks ayat membuat para dewan juri memberikan nilai tertinggi dalam kategorinya.
Dalam sesi wawancara usai pengumuman, Riana mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, ini semua karena bimbingan para guru dan doa orang tua. Saya tidak menyangka bisa sampai ke tingkat nasional,” ujarnya.
Pimpinan Pondok Pesantren MIC, Dr. Hj Sitti Sagirah, M.Ag., turut hadir menyaksikan langsung lomba tersebut yang dilakukan secara daring dan memberikan dukungan penuh kepada para peserta. Ia menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas perjuangan anak didiknya.
“Keberhasilan ini adalah buah dari kesungguhan belajar serta program tahfiz dan kitab kuning yang menjadi unggulan di MIC,” ujar beliau dalam sambutannya.
Kepala Madrasah Aliyah MIC, KM. Masyudi, M.H., juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap capaian Fikri Kurniawan. “Meskipun berada di posisi ketiga, Fikri menunjukkan penguasaan ilmu tafsir yang sangat baik. Ini modal berharga untuk jenjang pendidikan selanjutnya,” ucapnya.
Fikri sendiri menyampaikan bahwa lomba ini menjadi pengalaman yang sangat berharga baginya. Ia berharap santri-santri lain bisa termotivasi dan terus mencintai kitab-kitab klasik.
Disamping itu, Kepala MTs MIC Samarinda, Jabbar, M.Pd., menyebut kemenangan Riana Zahirah sebagai bukti bahwa santri putri juga mampu bersaing dalam bidang keilmuan Islam tingkat tinggi. “Riana telah membuktikan bahwa belajar dengan tekun dan konsisten akan membuahkan hasil yang luar biasa,” katanya.
Ajang Musabaqah Qiraatul Kutub ini menjadi salah satu kegiatan tahunan yang sangat dinanti di lingkungan pesantren, khususnya karena menekankan kemampuan akademik dan intelektual para santri dalam mengkaji teks-teks klasik.
Panitia lomba menyatakan bahwa kompetisi tahun ini sangat ketat, dengan peserta yang menunjukkan kualitas baca kitab dan penafsiran yang semakin meningkat setiap tahunnya.
Keikutsertaan Ponpes MIC dalam ajang ini bukan kali pertama. Namun, prestasi tahun ini menjadi salah satu yang terbaik sepanjang sejarah partisipasi mereka di tingkat provinsi.
Para pembimbing Riana dan Fikri pun turut mendapatkan apresiasi dari panitia dan pimpinan pondok karena telah sukses mempersiapkan santri mereka secara matang
Selain penguasaan materi, peserta juga diuji dalam penyampaian lisan yang sistematis serta mampu menjawab pertanyaan dari dewan juri terkait isi dan konteks kitab.
Riana Zahirah akan mewakili Kalimantan Timur di ajang Musabaqah Qiraatul Kutub Nasional 2025 yang rencananya akan digelar di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan pada Tanggal 1-6 Oktober 2025 mendatang.
Untuk persiapan ke tingkat nasional, Ponpes MIC Samarinda telah membentuk tim pelatihan khusus guna mendampingi Riana dalam memperdalam materi tafsir dan meningkatkan kualitas presentasi.
Dukungan terus mengalir dari warga pesantren, wali santri, hingga masyarakat sekitar yang turut bangga atas capaian anak-anak daerah dalam kancah kompetisi kitab kuning ini.
Pemerintah daerah melalui Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur juga memberikan apresiasi terhadap para juara, termasuk Riana dan Fikri, yang telah menunjukkan keunggulan dalam ilmu agama.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi santri lain, khususnya di Kalimantan Timur, untuk lebih mencintai kitab-kitab turats/Kitab Kuning yang menjadi warisan ulama.






