Samarinda – Prestasi gemilang kembali diraih oleh para santri Pondok Pesantren Muslimin Indonesia Centre (MIC) Samarinda. Dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025, dua santri MIC berhasil mengharumkan nama pondok dengan torehan prestasi membanggakan.
Santriwati bernama Alieva Naura, yang akrab disapa Naura, sukses meraih Juara Harapan 3 pada Kategori Hafalan 5 Juz dan Tartil Qur’an Putri. Sementara itu, santri putra Rifky Albar mengukir prestasi sebagai Juara Harapan 2 dalam Cabang Syarhil Qur’an Putra.
Keduanya tampil dengan penuh percaya diri dan semangat di panggung MTQ yang digelar di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada 20-25 Juli 2025. Ribuan peserta dari seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim turut meramaikan ajang tahunan ini.
Prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi tinggi dari para santri serta bimbingan intensif dari para ustaz dan ustazah di Ponpes MIC. Mereka menjalani pelatihan selama berbulan-bulan sebelum turun ke arena kompetisi.
Dr. Hj. Sitti Sagirah, M.Ag., selaku Pimpinan Ponpes MIC Samarinda, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian para santrinya. “Alhamdulillah, kami bersyukur kepada Allah atas prestasi yang diraih santri kami. Ini adalah buah dari kerja keras, ketekunan, dan tentunya doa semua pihak,” ungkap beliau.
Pencapaian santri MIC ini turut diapresiasi oleh masyarakat dan para tokoh pendidikan Islam di Kalimantan Timur. Banyak yang menyampaikan harapan agar prestasi seperti ini terus dilestarikan dan ditingkatkan.
Ajang MTQ ke-45 Provinsi Kalimantan Timur kali ini dinilai berjalan dengan sangat baik dan kompetitif. Ribuan peserta dari berbagai kabupaten/kota menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam berbagai cabang lomba.
Keikutsertaan Ponpes MIC Samarinda di ajang MTQ menjadi bukti bahwa lembaga pendidikan berbasis pesantren mampu bersaing dalam ajang prestisius tingkat provinsi.
Ponpes MIC Samarinda sendiri dikenal sebagai salah satu pondok pesantren yang konsisten dalam pembinaan Al-Qur’an, pembentukan akhlak, serta pengembangan kompetensi santri dalam berbagai bidang.
Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa generasi muda Islam, khususnya para santri, memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai Qur’ani ke tengah masyarakat.






